PERTEMUAN 3 : DAUR ULANG KASET DAN PORTFOLIO
PERTEMUAN 3 (24 OKTOBER 2017) : DAUR ULANG KASET DAN PORTFOLIO
Pertemuan ke tiga daur ulang ini
dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2017. Sebelum mulai daur ulang, kami
berkumpul terlebih dahulu di Universitas Binus lalu pergi bersama ke Tzu Chi
yang berada di Cengkareng, Jakarta Barat. Sesampainya disana, kami memberikan
salam kepada pengurus di tempat tersebut. Pengurus daur ulang Tzu Chi pun
menyambut kami lalu menjelaskan akan apa yang akan kami lakukan pada hari itu
juga.
Kegiatan pertemuan ketiga ini merupakan daur ulang kaset, dimana kami akan melepaskan seluruh baut yang ada di kaset tersebut lalu mengeluarkan alat-alat yang ada di dalamnya seperti pita hitam yang ada di dalam kaset tersebut atau sering disebut dengan pita film, lalu poros yang biasanya untuk menggulung pita film, dan lain-lain. Alat-alat tersebut termasuk baut dipisahkan lalu dimasukan ke dalam kaleng. Daur ulang bukanlah sesuatu yang mudah, melepaskan baut untuk membuka kaset tersebut adalah hal yang sulit karena banyak baut di kaset-kaset itu telah berkarat sehingga mempersulit pekerjaan kami.
Kegiatan kami tidak hanya sampai di situ saja, ada satu kegiatan lagi yang lebih mudah dibandingkan dengan kegiatan pertama yaitu mencabut besi yang ada di portfolio menggunakan tang. Setelah selesai, kami tidak lupa untuk merapikan meja dan kursi lalu memberikan hasil pekerjaan kami kepada pengurus Tzu Chi. Kami pun berpamitan kepada seluruh pengurus yang ada di tempat tersebut dan melanjutkan kegiatan masing-masing.
Kegiatan pertemuan ketiga ini merupakan daur ulang kaset, dimana kami akan melepaskan seluruh baut yang ada di kaset tersebut lalu mengeluarkan alat-alat yang ada di dalamnya seperti pita hitam yang ada di dalam kaset tersebut atau sering disebut dengan pita film, lalu poros yang biasanya untuk menggulung pita film, dan lain-lain. Alat-alat tersebut termasuk baut dipisahkan lalu dimasukan ke dalam kaleng. Daur ulang bukanlah sesuatu yang mudah, melepaskan baut untuk membuka kaset tersebut adalah hal yang sulit karena banyak baut di kaset-kaset itu telah berkarat sehingga mempersulit pekerjaan kami.
Kegiatan kami tidak hanya sampai di situ saja, ada satu kegiatan lagi yang lebih mudah dibandingkan dengan kegiatan pertama yaitu mencabut besi yang ada di portfolio menggunakan tang. Setelah selesai, kami tidak lupa untuk merapikan meja dan kursi lalu memberikan hasil pekerjaan kami kepada pengurus Tzu Chi. Kami pun berpamitan kepada seluruh pengurus yang ada di tempat tersebut dan melanjutkan kegiatan masing-masing.





Comments
Post a Comment